Rabu, 14 September 2016

SEKILAS TENTANG PULAU DOOM SAAT INI





Setelah berkunjung ke Doom dan mengelilingi pulau itu dalam satu hari. Terkesan bahwa pulau ini adalah pulau yang cukup lengkap atau paling tidak pernah lengkap untuk penghuninya. Semacam estate kecil yang didevelop sejalan dengan kepentingan Negara Belanda waktu itu. Namun perlu diingat, kondisi mulainya bangsa Belanda bergerak mendevelop Papua tampaknya kecil dari usaha-usaha politik yang terlalu berat dan signifikan. Keperluan bangsa Belanda saat itu fokus pada pemanfaatan sumber daya alam.. Masa-masa politik setelah kesulanan Tidore atau pun perebutan kekuasaan dari sesama pengeksplor dari benua Eropa sudah terlewati.


Setelah mendarat dengan taxi laut di pelabuhan Doom yang merupakan bagian Timur dari Pulau ini, pandangan tertuju pada beberapa banguan , tua, yang berukuran besar-besar beratap seng dengan konstruksi besi, beberapa ‘gudang’. Penjual kelontong seperti sudah dibagi-bagi lapak menjual dagangannya di bagian depan atau samping dari bangunan-bangunan ini.. Bangunan yang paling besar dengan konstruksi besi bentang lebar adalah sebuah pasar dengan kebutuhan sayur mayor atau bahan makanan sehari-hari. Pedagang sebagian bukan penduduk asli Papua tapi ada juga yang dari Jawa. Saya belum menyelidiki lebih lanjut dari mana penduduk Jawa ini berasal maksudnya bagaimana mereka bisa dating ke Papua. Yang saya tahu ibu pedagang sayur itu berasal dari Banyuwangi.. Mengapa saya tidak bisa menjawab secara langsung bagaimana mereka bisa berdagang di sini.. karena di kemudian hari saya berbincang dengan salah satu penjual sayur di bagian selatan dari Doom, beliau datang dari Jawa Timur, karena mereka mengikutiu program transmigrasi waktu itu.. sekitar tahun 1970an. Masa presiden Soeharto.


Menyusuri Doom dari arah Timur, kita selalu melalui bagian selatan dari Pulau. Bagian ini adalah bagian yang paling mendatar secara topografis, bagian Utara Doom adalah perbukitan. Perbukitan sendiri menyusur dari bagian Timur hingga ke Barat.. Ada jalur mendatar juga di bagian Utara sekitar rentang 1 km.. Jadi jika kita menaiki becak dari arah pelabuhan ke arah utara Doom, becak akan berhenti paling akhir di pertigaan di bagian Utara Doom bagian Timur. Becak dari situ akan kembali lagi kearah Doom Barat.
Setelah kita melalui area pergudangan kita akan melalui sedikit perumahan deret di bagian kiri dan kanan.. atau bangunan satu atap dengan dihuni beberapa keluarga dibagi 3 bagian. Satu masjid (Baiturahman?) adalah bangunan yang termasuk baru dan mungkin diselesaikan sekitar tahun 2000an, di bagian selatan sepanjang pesisir pantai beberapa rumah panggung di atas air berdiri agak berdempetan.
Yang kita anggap Landmark dari pulau ini adalah lapangan Sepak bola. Saat kedatangan kami,
Di lokasi tersebut sedang diadakan pelatihan. Jadi menarik untuk di lihat.. Pulau Doom kecil dengan lapangan sepakbola dengan latar belakang bukit Dooom bagian Utara.  Tidak secara langsung berhadapan dengan perbukitan, ada sekitar 2 row rumah di bagian belakang lapangan sepakbola setelah itu bukit dengan vegetasi cukup rimbun berada dibelakangnya.
Di depan lapangan sepakbola (orientasi Selatan) toko-toko , atau bangunan penempatan becak atau juga rumah tinggal, bukanlah bangunan gedung dengan batu bata. Bangunan2 cukup tua ini adalah rumah-rumah tinggal sekaligus toko. Bangunan ada yang berteras atau juga dinding bangunan menghadap jalan tanpa pagar. Bangunan terdiri dari kerangka kayu dengan dinding pengisi saja..
 



 PERBANDINGAN PULAU DOOM DENGAN LAPANGAN MONAS JAKARTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar