Minggu, 18 September 2016

SEKILAS TENTANG PULAU DOOM SAAT INI (2)



Di bagian Barat dari Doom Selatan, suasana lebih terasa sebagai suasana perumahan. Sepanjang jalan kiri kanan ada rumah-rumah lama dengan konstruksi lama pada jaman itu, bukan konstruksi bangunan dengan cara modern.. Anak-anak banyak bermain sekitar jalan di saat matahari teduh. Ada satu dua bangunan yang cukup besar dan toko penjual sayur, material konstruksi, toko kelontong. Suasana mulai terasa rimbun ketika kami melewati dua area kuburan yang terpisah jalan. Kuburan muslim dan kuburan Kristen. Kuburan muslim lebih seperti area terbuka dengan sedikit tanaman, kuburan Kristen yang terletak di kaki bukit Doom lebih terasa rimbun. Makam-makam Kristen kebanyakan berhias atap pusara dan juga pagar untuk pusara tertentu.. Di belakang area kuburan bukit menjulang cukup tegak sekira 15 meter..
Sedikit kea rah utara, menuju Timur dari Doom, kita akan melihat salah satu bunker yang dibuat tentara Jepang pada masa perang dunia kedua. Ini yang menarik, mungkin karena kita sebelumnya belum pernah melihat jejak bunker lain di tanah Papua.. namun sekiranya berkaitan dengan rumah-rumah lama yang kita lewati, terasa sekali bahwa perjalanan sejarah perang dan penguasaan Belanda di Papua Barat cukup kental.. saat itu kita merasa harus menelusurinya.. walaupun didasari pada perasaan hanya ingin tahu.
Di tambah dengan bercampurnya penduduk Papua di situ, sebagian dengan keriting penuh dan sebagian berambut lurus, namun tetap dengan wajah austronesianya. Pada kunjungan pertama, tidak terlalu kentara pertemuan kami dengan keturunan China di sana.. walaupun pada kenyataannya setelah pertemuan-pertemuan berikutnya dan juga membaca informasi-informasi yang ada, peran  masyarakat China cukup penting di Doom, Sorong Doom.
Setelah kedatangan kami kedua kali, barulah tahu banyaknya juga etnis yang menjadi penduduk Doom. Bahkan sealah seorang penduduk tertua di pulau tersebut berasal dari Padang. Karena itu beliau dipanggil Mat Padang.
Hari mulai sore, setelah mengunjungi satu rumah di bagian utara, jalan mulai menanjak. Tukang becak tidak bisa mengayuh ditanjakan ini. Umumnya mereka perputar arah balik kembalike arah Doom barat.
Sayup-sayup terdengar anak-anak menyanyikan lagu Kristen di satu rumah. Kami kembali kearah pelabuhan dari perbukitan Doom untuk segera menaiki taxi ke pelabuhan Sorong.

Saat ini tercatat jumlah penduduk di pulau Doom mencapai 9.300 jiwa. (Data penduduk kelurahan Dum Barat dan Dum Timur 2015). Dengan Luas pulau yang hanya 3.5km2, kepadatan penduduk di pulau itu mencapai 2650 jiwa per km2. (?)





Pembagian wilayah keluarahan Dum Barat dan Timur



Tidak ada komentar:

Posting Komentar