Di bagian
Barat dari Doom Selatan, suasana lebih terasa sebagai suasana perumahan.
Sepanjang jalan kiri kanan ada rumah-rumah lama dengan konstruksi lama pada
jaman itu, bukan konstruksi bangunan dengan cara modern.. Anak-anak banyak
bermain sekitar jalan di saat matahari teduh. Ada satu dua bangunan yang cukup
besar dan toko penjual sayur, material konstruksi, toko kelontong. Suasana
mulai terasa rimbun ketika kami melewati dua area kuburan yang terpisah jalan.
Kuburan muslim dan kuburan Kristen. Kuburan muslim lebih seperti area terbuka
dengan sedikit tanaman, kuburan Kristen yang terletak di kaki bukit Doom lebih
terasa rimbun. Makam-makam Kristen kebanyakan berhias atap pusara dan juga
pagar untuk pusara tertentu.. Di belakang area kuburan bukit menjulang cukup
tegak sekira 15 meter..
Sedikit kea
rah utara, menuju Timur dari Doom, kita akan melihat salah satu bunker yang
dibuat tentara Jepang pada masa perang dunia kedua. Ini yang menarik, mungkin
karena kita sebelumnya belum pernah melihat jejak bunker lain di tanah Papua..
namun sekiranya berkaitan dengan rumah-rumah lama yang kita lewati, terasa
sekali bahwa perjalanan sejarah perang dan penguasaan Belanda di Papua Barat
cukup kental.. saat itu kita merasa harus menelusurinya.. walaupun didasari
pada perasaan hanya ingin tahu.
Di tambah
dengan bercampurnya penduduk Papua di situ, sebagian dengan keriting penuh dan
sebagian berambut lurus, namun tetap dengan wajah austronesianya. Pada
kunjungan pertama, tidak terlalu kentara pertemuan kami dengan keturunan China
di sana.. walaupun pada kenyataannya setelah pertemuan-pertemuan berikutnya dan
juga membaca informasi-informasi yang ada, peran masyarakat China cukup penting di Doom,
Sorong Doom.
Setelah
kedatangan kami kedua kali, barulah tahu banyaknya juga etnis yang menjadi
penduduk Doom. Bahkan sealah seorang penduduk tertua di pulau tersebut berasal
dari Padang. Karena itu beliau dipanggil Mat Padang.
Hari mulai
sore, setelah mengunjungi satu rumah di bagian utara, jalan mulai menanjak.
Tukang becak tidak bisa mengayuh ditanjakan ini. Umumnya mereka perputar arah
balik kembalike arah Doom barat.
Sayup-sayup
terdengar anak-anak menyanyikan lagu Kristen di satu rumah. Kami kembali kearah
pelabuhan dari perbukitan Doom untuk segera menaiki taxi ke pelabuhan Sorong.
Saat ini
tercatat jumlah penduduk di pulau Doom mencapai 9.300 jiwa. (Data penduduk
kelurahan Dum Barat dan Dum Timur 2015). Dengan Luas pulau yang hanya 3.5km2,
kepadatan penduduk di pulau itu mencapai 2650 jiwa per km2. (?)
Pembagian
wilayah keluarahan Dum Barat dan Timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar