29/9/2016
Berpenduduk
sekitar 9500 jiwa dengan luas wilayah sekitar 3.5km2 bagian selatan dari pulau
Doom adalah daerah yang cukup padat. Meskipun kegiatan utama penduduk
sehari-hari tidak seluruhnya di pulau Doom, namun di beberapa bagian area
pemukiman terlihat cukup rapat. Namun sebenarnya tidak banyak juga pembangunan
bangunan baru di pulau Doom mengingat sulitnya juga ketersediaan bahan baku
yang harus melalui proses pengangkutan laut. Sebagian penduduk pendatang
terutama yang berhubungan dengan laut, mendirikan rumah-rumah panggung di
sepanjang pesisir pantai berbahan kayu. Hanya beberapa bangunan dengan kolom
praktis, bata dan kusen2 kayu baru, terutama bangunan2 pemerintah, renovasi
sekolah atau juga rumah pribadi di Doom daratan.
Perkiraan
saya ada sekitar 80% masih dengan konstruksi bangunan lama, jaman pemerintahan
Belanda.
Sorong yang
berjarak kurang dari 2km dari Sorong tampak seperti kota yang sibuk dari arah
Doom. Kapal-kapal Pelni lintas Sulawesi dan Jawa atau kea rah bagian Timur dari
Papua adalah angkutan laut yang penting, yang dalam sejarah Papua Barat ini
adalah jalur yang sudah lama dirintis dari jaman Belanda.. Mengapa kapal-kapal
besar dengan lebar 23 meter dan panjang sekitar 143 meter itu bisa masuk ke
perairan selat Sorong Doom? Karena Selat Doom Sorong cukup dalam. Bagian
terdalam adalah sekitar 30meter di bawah permukaan air laut.
Bukit-bukit
di Doom bagian Utara adalah bukit-bukit dengan batuan yang cukup keras berkadar
kapur. Ini terlihat dari batuan yang berwarna putih dan adak kemerahan, tidak
hitam. Beberapa penduduk di Doom bagian Barat menambang baru tersebut untuk
dijadikan bahan bangunan.
Pulau Doom
tidak memiliki sungai atau mata air. Namun penggunaan sumur sebagai sumber air
tawar banyak dilakukan warga Doom untuk mendapatkan air bersih. Beberapa sumur
berkwalitas cukup bagus dan berair bening. Beberapa warga menampung air hujan untuk
kebutuhan cuci dan mandi (?) Untuk masalah sampah, penduduk mengumpulkannya
sendiri dan membakarnya di halaman.. tidak ada pemungutan sampah secara komunal
dan ini pula yang membuat permasalahan terutama menumpuknya sampah2 di sekitar
pantai.
Got atau riol yang dibuat pada jaman Belanda masih tampak secara fisik saat ini dan masih berfungsi. Terlihat pula cara penataan jalan cara lama yang terlihat dari ukuran berm, riol , dan posisi pagar.
