Bandung, 21 Agustus 2016
Sesampai di Doom, pendangan yang berbeda yang kami2
lihat adalah banyaknya deretan becak berderet di tepi jalan pelabuhan. Becak
yang menantikan membawa penumpang untuk kelililng Doom.
Jalan di Doom hanya berkisar 2.4 meter saja. Cukup untuk
berpapasan dua becak dalam dua arah perjalanan. Di tepi aspal jalan ada sekita
50cm tanah berumput dan kemudian selebar
40cm an saluran air hujan. Banyak saluran air hujan atau got ini masih dibuat
dari jaman belanda waktu itu.. Perlu di ingat.. Papua baru dialihkan ke
pemerintahan republik Indonesia di tahun 1962. 17 tahun setelah kemerdekaan
Republik Indonesia yang dirintis di Indonesia bagian Barat. Pagar-pagar kavling rumah yang masih terbuat
dari kayu dan kawat anyam atau kawat duri membuat suasana terasa kembali ke
jaman lalu.
Tidak ada rumah dalam bentuk gedung dengan konstruksi penuh
secara bata atau bangunan bertingkat. Kebanyakan adalah bangunan satu lantai3
jarang sekali bangunan dua lantai.
Suasana yang terbangun dari kumpulan bangunan tersebut,
proporsi ‘jalan pulau’ yang kecil itu yang membuat saya tertearik untuk merekam
apa yang ada di Doom.
Diskusi pun terjadi dalam perjalanan menumpang becak itu.
Waktu itu kami berdua hanya turis.. Kami hanya berkenalan dengan penduduk
setempat untuk sekedar bertanya dari mana asal, pekerjaan dan bagaimanan
mengenai pulau Doom ini. Interaksi antara masyrakat di Doom lebih terasa intim
dibandingkan dengan ketika kami berjalan di Sorong. Sorong adalah sebuah kota.
Di sini mungkin penduduk masih saling kenal dan saling bersapa..
Jalur selatan Doom waktu tiu kita lalui, kemudian melintas ke
arah utara, daerah pebukitan. Satu penanda yang terasa ‘antik’ adalah adanya
lapangan sepakbola di tengah-tengah pulau. Beberapa pemuda sedang berlatih dan
melakukan pertandingan. Di bagian selatan dari lapangan sepak bola ,
bangunan-bangunan satu lantai dengan atap terpisah antara satu bangunan dan
yang lain menghadap kea rah lapangan itu. Konstuksi bangunan masih terdiri dari
rangka utama kayu dengan isian adikan diantaranya. Kuda-kuda dari kayu dengan
penutup atap seng. Seng yang berkarat termakan waktu. Bangunan –bangunan ini
dekat sekali dengan batas air laut sebenarnya.. Bahkan beberapa bangunan ada
yang ditambahkan ke belakang dengan kayu-kayu pancang ke dasar laut. Rumah
bagian belakang berbentuk panggung.
Tidak ada pemikiran lebih jauh untuk mencatata pulau ini
sebagai satu lingkup rekonstruksi sepulang kami berdua ke Bandung. Hanya
sekilas wacana kemungkinan-kemungkinan dari apa yang kita liat dari kunjungan
pertama itu.
Namun ada satu orang yang sangat membantu kami
berkomunikasi. Waktu itu menjadi sahabat sebentar dalam perjalanan kami ke
Waisai (Ibukota kabupaten kepulauan Raja Ampat). Oom Leo Donald Warmasen.
Sepulang kami di Bandung, beliau mengontak kami lewat sms. Sekedar
menanyakan kabar dan melontarkan lelucon-lelucon kecil. Ingatan waktu kita
bersama bercerita tentang masa muda Oom sebagai seorang petugas di kapal laut.
Kapal Laut Santa yang mengangkut barang-barang dari Doom ke luar Negeri.
Ditambah dengan ingatan kami tentang bunker-bunker eks
tentara Jepang yang kami liat dan sedikit referensi dari catatan dan foto
ketika Belanda merapat di sana, menjalankan roda pemerintahan dan menjadikan
Sorong sebagai industri pengeboran minyak , bermula dari itu, saya memberanikan
diri untuk menyusun buku ini.
(2)Perjalanan saya pertama kali ke Pulau itu bersama
kawan saya yang seorang fotografer. Tujuan perjalalan kita tadinya adalah
meliput sendiri daerah sekitar Raja Ampat. Yang terkenal sulit dijangkau dan
mahal itu. Namun turis-turis dari Jakarta yang berkecukupan, harusnya sudah
banyak lebih dulu melancong kesini.. Mereka mengikuti program tour berkeliling
pulau dan menyelam. Nyata benat bening nya air dan biru nya langit di kawasan
timur ini.
(3)Tidak semua bangunan di Doom adalah bangunan tua sebenarnya.
Pembangunan secara pribadi-pribadi atau juga suatu institusi seperti bangunan
pemerintahan, atau sekolah, ada juga yang dibangun dengan konstruksi modern.
Untuk bangunan-bangunan kategori baru ini kebanyakan dibangun di kisaran tahun
1990 an ke atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar