Senin, 22 Agustus 2016

Catatan 2


Bandung, 21 Agustus 2016

Sesampai di Doom, pendangan yang berbeda yang kami2 lihat adalah banyaknya deretan becak berderet di tepi jalan pelabuhan. Becak yang menantikan membawa penumpang untuk kelililng Doom.

Jalan di Doom hanya berkisar 2.4 meter saja. Cukup untuk berpapasan dua becak dalam dua arah perjalanan. Di tepi aspal jalan ada sekita 50cm tanah  berumput dan kemudian selebar 40cm an saluran air hujan. Banyak saluran air hujan atau got ini masih dibuat dari jaman belanda waktu itu.. Perlu di ingat.. Papua baru dialihkan ke pemerintahan republik Indonesia di tahun 1962. 17 tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia yang dirintis di Indonesia bagian Barat.  Pagar-pagar kavling rumah yang masih terbuat dari kayu dan kawat anyam atau kawat duri membuat suasana terasa kembali ke jaman lalu.

Tidak ada rumah dalam bentuk gedung dengan konstruksi penuh secara bata atau bangunan bertingkat. Kebanyakan adalah bangunan satu lantai3 jarang sekali bangunan dua lantai.
Suasana yang terbangun dari kumpulan bangunan tersebut, proporsi ‘jalan pulau’ yang kecil itu yang membuat saya tertearik untuk merekam apa yang ada di Doom.

Diskusi pun terjadi dalam perjalanan menumpang becak itu. Waktu itu kami berdua hanya turis.. Kami hanya berkenalan dengan penduduk setempat untuk sekedar bertanya dari mana asal, pekerjaan dan bagaimanan mengenai pulau Doom ini. Interaksi antara masyrakat di Doom lebih terasa intim dibandingkan dengan ketika kami berjalan di Sorong. Sorong adalah sebuah kota. Di sini mungkin penduduk masih saling kenal dan saling bersapa..

Jalur selatan Doom waktu tiu kita lalui, kemudian melintas ke arah utara, daerah pebukitan. Satu penanda yang terasa ‘antik’ adalah adanya lapangan sepakbola di tengah-tengah pulau. Beberapa pemuda sedang berlatih dan melakukan pertandingan. Di bagian selatan dari lapangan sepak bola , bangunan-bangunan satu lantai dengan atap terpisah antara satu bangunan dan yang lain menghadap kea rah lapangan itu. Konstuksi bangunan masih terdiri dari rangka utama kayu dengan isian adikan diantaranya. Kuda-kuda dari kayu dengan penutup atap seng. Seng yang berkarat termakan waktu. Bangunan –bangunan ini dekat sekali dengan batas air laut sebenarnya.. Bahkan beberapa bangunan ada yang ditambahkan ke belakang dengan kayu-kayu pancang ke dasar laut. Rumah bagian belakang berbentuk panggung.

Tidak ada pemikiran lebih jauh untuk mencatata pulau ini sebagai satu lingkup rekonstruksi sepulang kami berdua ke Bandung. Hanya sekilas wacana kemungkinan-kemungkinan dari apa yang kita liat dari kunjungan pertama itu.
Namun ada satu orang yang sangat membantu kami berkomunikasi. Waktu itu menjadi sahabat sebentar dalam perjalanan kami ke Waisai (Ibukota kabupaten kepulauan Raja Ampat). Oom Leo Donald Warmasen.
Sepulang kami di Bandung, beliau mengontak kami lewat sms. Sekedar menanyakan kabar dan melontarkan lelucon-lelucon kecil. Ingatan waktu kita bersama bercerita tentang masa muda Oom sebagai seorang petugas di kapal laut. Kapal Laut Santa yang mengangkut barang-barang dari Doom ke luar Negeri.
Ditambah dengan ingatan kami tentang bunker-bunker eks tentara Jepang yang kami liat dan sedikit referensi dari catatan dan foto ketika Belanda merapat di sana, menjalankan roda pemerintahan dan menjadikan Sorong sebagai industri pengeboran minyak , bermula dari itu, saya memberanikan diri untuk menyusun buku ini.





(2)Perjalanan saya pertama kali ke Pulau itu bersama kawan saya yang seorang fotografer. Tujuan perjalalan kita tadinya adalah meliput sendiri daerah sekitar Raja Ampat. Yang terkenal sulit dijangkau dan mahal itu. Namun turis-turis dari Jakarta yang berkecukupan, harusnya sudah banyak lebih dulu melancong kesini.. Mereka mengikuti program tour berkeliling pulau dan menyelam. Nyata benat bening nya air dan biru nya langit di kawasan timur ini.
(3)Tidak semua bangunan di Doom adalah bangunan tua sebenarnya. Pembangunan secara pribadi-pribadi atau juga suatu institusi seperti bangunan pemerintahan, atau sekolah, ada juga yang dibangun dengan konstruksi modern. Untuk bangunan-bangunan kategori baru ini kebanyakan dibangun di kisaran tahun 1990 an ke atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar